Servis Besar Sandal Gunung, Sekalian Modifikasi Ae!

Sandalku jebol! byuuhh.. nyebelin bener, kaki sehat tapi jalan pincang gara-gara sandal bermasalah, kekerenan saya jadi berkurang 25%, tapi masih tetep keren! :mrgreen:

yang jebol tali di kanan atas noh

yg jebol tali di kanan atas noh

baru 4 kali muncak gunung, 1 kali nyusur goa, sandal gunung murmer 30 ribuan saya sudah jebol juga persis di mulut goa mBrahala. sandal gunung kw 99 bener dah.. 😀

beli lagi? gak ada duit alokasi buat sandal! akhirnya bongkar sendiri, servis dhewe. sekalian dimodifikasi biar lebih kuat. 🙂 (lebih…)

Iklan

Rafting Dab!! Mengarungi Derasnya Progo Atas..

setelah naik gunung, sekarang pindah haluan.. nyemplung sungai bro! tanggal 26 Februari 2011, bersama teman-teman kampus, saya mengikuti (lebih tepatnya mengadakan :mrgreen: ) kegiatan rafting/arung jeram di sungai Progo Atas. sekedar informasi sungai Progo dibagi menjadi 2 tempat untuk rafting, Progo Atas dan Progo Bawah. sebenarnya masih ada lagi Progo Kandangan (atasnya Progo Atas) hanya saja masih belum begitu umum. Progo Atas memiliki grade (tingkat kesulitan) sekitar III atau menengah, sementara Progo Bawah pada grade IV-V alias cukup sulit, di situ terdapat jeram terbesar se-Jawa Bali.

refresh materi sebelum ngarung

(lebih…)

Tips Saat Menolong Korban Kecelakaan

bro n sis, sebagai seorang pengendara motor, pendaki, maupun sebagai apapun juga kita adalah manusia yg merupakan makhluk sosial, yg suatu saat mungkin kita akan menghadapi situasi di mana kita melihat korban kecelakaan dan kebanyakan orang yg ada di lokasi hanya menjadi penonton tanpa memberi pertolongan. sebagai makhluk sosial tentu kita memiliki kewajiban untuk saling tolong-menolong, namun kadang ketika kita berniat baik untuk menolong si korban justru kita malah dianggap sebagai tersangka oleh korban maupun orang lain yg datang kemudian, saya sendiri pun pernah mengalaminya.. namun beruntung karena sebelumnya saya telah menjelaskan apa maksud saya di situ kepada para penonton.

kecelakaan motor

nah untuk itu ada baiknya kita memahami bagaimana langkah-langkah dalam menolong korban kecelakaan, agar kita dapat terhindar dari resiko tuduhan sebagai tersangka dan juga apa yg kita lakukan cukup efektif dalam memberi pertolongan pertama untuk korban, bukannya memperburuk keadaan korban.

pembalap profesional aja bisa kecelakaan

berikut beberapa langkah yg dapat kita lakukan (lebih…)

Laporan Jalan-jalan,,Jogja-Aceh (bagian VI, Finish!!!)

iseng baca-baca artikel lama di blog ini, eh baru sadar kalo artikel jalan-jalan Jogja-Aceh belum rampung.. :mrgreen: ada 1 konsep yg masih belum dipublish, wis langsung publish aja mumpung ingat..

Hari ke-6 jalan-jalan, insyaAllah inilah hari terakhir dalam perjalanan kali ini.. udah jam 10 nih, gek start! perjalanan dimulai dari kota Medan, Pio melaju perlahan di antara kendaraan yg ramai berlalu-lalang di Medan yg ga jauh beda ramenya dengan kota besar di Jawa. begitu masuk jalan lintas timur Medan-Banda Aceh Pio langsung tancap gas, jalanan yg lumayan mulus dan sepi sangat menggoda untuk menambah kecepatan.. tercatat Pio melaju dengan kecepatan 80-100an kpj. melewati Binjai-Pangkalan Brandan, kemudian hampir sampai perbatasan SumUt-NAD, eh ada pak polisi yg nyegat, ritual seperti biasanya razia dilakukan. SIM, STNK lengkap, perlengkapan motor lengkap, “sempat ditanya dari mana mas?” Jogja pak.. “masyaAllah!” 😯 pak polisi shock, terus semaput.. ya gak lah masa’ polisi gitu aja pingsan? :mrgreen: “ya udah silahkan lanjut, ati-ati..” pesan pak polisi. woke, makasih pak! kita pun lanjut.. oya selama dicegat, tak ada kendaraan lain yg dicegat juga, padahal banyak pengendara roda dua tak berhelm tapi dibiarkan saja. mungkin cuma razia buat yg tampangnya mencurigakan.. 😈

plat AB masuk Atjeh!

(lebih…)

Pendakian Merapi Pasca Erupsi 2010, Jalur Berubah!

siap nanjak

siap nanjak

kemarin tanggal 9 Februari 2011, kebetulan ada seorang temen, sebut saja Cecep (bukan nama sebenarnya) dari Jakarta yg mau maen ke Jogja. niat awal ke Jogja pengen mendaki Merbabu via Selo, Boyolali dan minta saya untuk nganter nemenin ndaki. namun ketika sedang berhenti makan siang di warung soto mbah Somo, daerah Cepogo, sekonyong-konyong Cecep berubah pikiran, pengen ke Merapi saja katanya. sebelumnya sudah tak kasih tau kalo ke Merapi kemungkinan besar mentok di Pasar Bubrah (ada juga yg sebut Pasar Bubar), karena kata seorang teman saya yg telah mendaki Merapi pasca erupsi kemarin belum ada orang yg ke puncak, jadi jalur belum ada, pijakan masih labil, juga kemungkinan masih banyak batu anget maupun panas.. tapi Cecep tetep pengen ke Merapi, ya udah apa boleh baut. kebetulan malemnya juga ada temen dari Karanganyar, sebut saja Enda (bukan nama sebenarnya, bukan personil Unyu Ungu juga) :mrgreen: yg mau nyusul. lanjut berangkatlah kita ke tulisan gede New York Selo, saya boncengin seorang temen yg ikut nganter (Ade, bukan nama sebenarnya 😛 ) ke basecamp pendakian, sementara Cecep pake Mio si Ade dengan membawa tas carriernya dan carrier saya. tanjakan curam menuju Joglo New Selo menjadi siksaan bagi si Mio yg ternyata ngos-ngosan dan akhirnya ga kuat nanjak, dan carrier saya pun ditinggal di bawah basecamp! 😯 hadeh.. saat istirahat sebentar di deket Joglo ternyata motor-motor matik pada ga kuat, tercatat 2 Vario juga ga kuat nanjak. masih mending Skywave saya dulu lancar sampe Joglo.. (ngalem nggone dhewe) 😀

 

mampir makan siang, 2 motornya juga istirahat

(lebih…)

  • Arseep

  • Anggotane: