Laporan Jalan-jalan,,Jogja-Aceh (bagian III)

melanjutkan yang kemarin, sekarang yang tanggal 17 September 2010.. setelah sampai di Lampung, bangun pagi dan jam 6 kita sudah siap untuk lanjut setelah sebelumnya ngecek kondisi Pio.

nglumasi rantai

lalu kita pamitan dan cabut,

takut kelamaan soale tujuan akhir hari ini adalah Jambi.

entah ini namanya apa, tapi cakep jadi mampir aja😀

keluar dari jalan Urip Sumoharjo, dari Bandar Lampung kita ambil arah Tegineneng-Gunung Sugih-Terbanggi Besar-Manggala dan dari Manggala terus mengikuti jalur lintas timur Sumatera. kondisi jalan sepanjang Bandar Lampung hingga Tegineneng bisa dibilang cukup bagus dan saat itu masih sepi, walau ada beberapa lubang tapi masih bisa dihindari karena cuma sedikit dan ga gede.. setelah sampai Tegineneng jalanan putih mulus bak kulit gadis yang sering mandi susu😛 dan enaknya jalan sangat sepi hingga motor cukup nyaman dipacu 80 hingga 100 kpj namun jangan sampai terlena. pemandangan sekitar kebanyakan merupakan perkebunan. kemudian tak lama dari sana kita sampai di perbatasan Lampung-SumSel. setelah masuk Sumsel jalan mulai agak ramai karena melewati perkampungan.

masuk SumSel

setelah lewat perbatasan, kontan laju motor harus dikurangi dan berjalan rata-rata 60an kpj saja, karena banyak kendaraan lain dan jalan agak sedikit sempit dibanding Lampung, tapi tetep.. mulus.. siang hari sekitar jam 2 kami sudah masuk kota yang terkenal dengan Pempek(ilat Jawa nyebute empek-empek) alias Palembang.

Jembatan Ampera kang!

saat mau keluar dari Palembang sempat bingung cari arah Jambi dan agak muter-muter, akhirnya ketemu berkat tekhnologi CPS alias Coc*t Positioning System😆

keluar dari kota Palembang sekitar jam 3an banyak ketemu truk-truk, jadi mesti lebih ngati-ati. sekitar pukul 4 ternyata hujan turun cukup deras (banget ding) memaksa kita menurunkan kecepatan, jalan 40-60an kpj saja. untungnya tak begitu lama, cuaca kembali cerah dan kita mulai masuk daerah kebun-kebun(hutan?) dengan jalan yang penuh tikungan patah, parabolik, chicane, dihiasi sedikit tanjakan dan turunan, dan yang pasti muyuzzz… pokok’e lek dis lah! (menurut saya jalanan daerah Jambi ini yang paling asiik!) hingga akhirnya jam 8an malem kita masuk kota Jambi yang merupakan tujuan hari ini. Alhamdulillah..🙂

masuk Jambi, tapi yang dari arah Riau. soale dari Palembang ga liat gapuranya. hehe

Bernas ternyata punya kota, kirain punya koran di Jogja aja.. xixixi

Tinggalkan komentar

5 Komentar

  1. wihh..iklannya sembalap bener..btw Bernas kui opo mas bro??:mrgreen:

    Balas
  2. Bernas kuwi koran lokal Jogja, nek bernas e Jambi bersih dan panas.. Eh mbuh ding:mrgreen: singkatan apa ngono mas.

    Balas
  3. adul

     /  6 Oktober 2010

    pic.2 kopiah emas khas masyarakat pepadun Lampung

    Balas
  4. @Adul
    oh gitu,,baru tau ni masbro.. Siiplah.. Trims infonya😉

    Balas
  5. cotto

     /  27 Februari 2011

    Mantap, lanjut baca bagian IV…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: